Mencetak Sarjana Unggul, Prodi PPKn Sosialisasikan Kebijakan Baru

Senin, 26 Februari 2018 19:40 WIB  

Senin, 26 februari 2018. Dinamika dalam kehidupan merupakan sesuatu yang mutlak dan tidak bisa dihindari. Perkembangan yang pesat dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut Prodi Pendidikan Kewarganegaraan membuat kebijakan-kebijakan baru guna mencetak sarjana unggul, profesional dan islami di bidangnya.

“Perlu adanya kebijakan-kebijakan baru guna mencetak sarjana unggul di Prodi PPKn” ujar Kaprodi PPKn, Drs. M. Mansur Ibrahim, M.Hum.

Sosialisasi kebijakan Prodi PPKn dihadiri oleh Drs. M. Mansur Ibrahim, M.Hum selaku Kaprodi PPKn, para dosen Prodi PPKn dan mahasiswa/mahasiswi angkatan 2014 dan 2015. Acara dimulai pukul 13.00 WIB bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) I Laboratorium PPKn.

Kebijakan Prodi PPKn yang pertama terkait dengan optimalisasi Penasehat Akademik (PA).

“Mahasiswa perlu menemui Penasehat Akademik (PA) untuk mengkonsultasikan jumlah sks dan matakuliah yang akan diambil. PA akan memberikan acc terkait mata kuliah yang boleh diambil” kata Kaprodi PPKn.

Selain itu mahasiswa tidak boleh mengambil matakuliah yang bukan merupakan “jatah” atau paketnya. Tujuannya agar nilai atau IP mahasiswa maksimal. Jika jumlah sks yang diambil terlalu banyak selama ini yang terjadi IPK mahasiswa tidak bisa maksimal.

“Kedua, sebelum menempuh ujian skripsi maka mahasiswa harus melakukan seminar proposal. Proposal merupakan pondasi atau dasar dari penelitian” lanjut Kaprodi PPKn.

Sebelum melakukan seminar proposal skripsi mahasiswa harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya toleransi plagiasi maksimal 20%. Selanjutnya kebijakan ketiga yaitu menjurnalkan skripsi yang telah dibuat dengan template yang telah ditentukan oleh Prodi PPKn.

Kebijakan terakhir yaitu mahasiswa harus mengikuti kegiatan seminar baik seminar nasional maupun internasional dan menyerahkan copy sertifikat seminarnya ke prodi untuk dapat mengambil ijazahnya.

Setelah Kaprodi PPKn memaparkan beberapa kebijakan prodi yang baru kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Beberapa mahasiswa yang bertanya antara lain Nugroho dari angkatan 2014, Fitria Nur dari angkatan 2014, Syamsu Rijal dari angkatan 2015, Amar dari angkatan 2014, dan Roni angkatan 2015.

Shared: